Menjelajah Nostalgia di Waroeng Jadoel Temanggung
HOTSPOT
Frisca Nur Febrista
4/27/20262 min read


Kehangatan suasana yang tercipta di Waroeng Jadoel Temanggung (22/04/2026)
Foto: Raihan Darmawan
Temanggung, Youthverse – Waroeng Jadoel Temanggung menjadi salah satu warung makan legendaris yang berdiri sejak tahun 1800-an dan masih eksis hingga saat ini. Di tengah perkembangan kuliner modern, warung ini tetap mempertahankan menu tradisional dan konsep jadul yang menjadi daya tarik bagi pelanggan.
Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 102, Jampirejo Tengah, Kabupaten Temanggung, Waroeng Jadoel telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner lokal sejak masa kolonial Belanda hingga Jepang.
Begitu melangkah masuk, pengunjung disambut oleh suasana warung khas zaman dulu. Interior bernuansa lawas dan bangku kayu sederhana menghadirkan kehangatan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Beberapa menu andalan yang menjadi favorit pelanggan di antaranya brongkos, opor ayam, dan tongkol lombok ijo. Yang menarik, harga menu makanan di sini sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000.
Tak hanya menyajikan masakan rumahan, Waroeng Jadoel juga menghadirkan berbagai jajanan tradisional yang kini mulai jarang ditemui, seperti arem-arem, jadah goreng, klemet, lapis dan timus dengan harga mulai dari Rp1.000. Dengan harga yang ramah di kantong, tak heran warung ini menjadi pilihan kuliner dari berbagai kalangan.
Warung ini buka 24 jam dan paling ramai pada waktu pagi dan siang hari. Pemilik Warung Jadoel, Siti Sukastiyah (76), menuturkan bahwa usaha tersebut kini telah diwariskan hingga generasi ketiga. Ia juga menambahkan, dapur di warungnya nyaris tak pernah berhenti beroperasi. “Kalau habis ya masak lagi, soalnya ramai terus,” tuturnya.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat pelanggan yang datang silih berganti untuk menikmati sajian khas yang telah dipertahankan secara turun-temurun.
Seorang pelanggan asal Sragen, Aris, mengaku kerap datang ke Waroeng Jadoel karena makanannya komplit dan yang diinginkan selalu tersedia.
“Favorit saya kalau makanan ya mungkin brongkos. Karena di Sragen jarang, hanya ada di Temanggung dan saya belum tahu tempat lain selain di sini,” ujar Aris saat ditemui pada Senin (20/04/2026).
Menurutnya, daya tarik warung ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga konsep lawas dan menu tradisional yang masih dipertahankan hingga kini.
Suasana yang sederhana, cita rasa makanannya yang khas, serta nuansa lawas menjadikan tempat ini sebagai bagian dari identitas budaya lokal Temanggung. Daya tarik tersebut tidak hanya memikat warga setempat, tetapi juga pengunjung dari luar daerah yang datang untuk merasakan keunikan serta cita rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.
Tak hanya menyimpan cerita soal kuliner, Waroeng Jadoel juga memiliki kisah unik dari masa pendudukan Jepang. Pada masa itu, warung ini kerap didatangi pelanggan Jepang, dengan aturan yang cukup unik yaitu siapapun yang telah selesai makan tidak diperbolehkan menambah lauk dan harus berpindah ke warung lain terlebih dahulu.
Hingga kini, Waroeng Jadoel tetap bertahan sebagai salah satu kuliner legendaris yang tidak hanya menyajikan makanan tradisional, tetapi juga menghadirkan pengalaman serta cerita yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.
