Mahasiswa KKN 01 Universitas Tidar Kenalkan Inovasi PATEN untuk Aktivitas Pertanian yang Lebih Praktis

HOTSPOT

Nailah Sekar Abhinaya W

7/30/20263 min read

TEMANGGUNG, Youthverse - Berangkat dari kepedulian terhadap aktivitas pertanian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) menghadirkan inovasi sederhana bernama PATEN (Pendukung Aktivitas Tebar Pupuk yang Efisien dan Nyaman). Inovasi ini dirancang sebagai alat bantu untuk mempermudah proses penebaran pupuk bagi petani.

PATEN memanfaatkan pipa PVC sebagai bahan utama yang mudah ditemukan dan relatif sederhana untuk dirakit. Alat ini dirancang agar proses pemupukan dapat dilakukan dengan lebih praktis, efisien, dan nyaman. Tidak hanya membantu mengurangi tenaga yang dikeluarkan saat menebarkan pupuk, PATEN juga dirancang untuk meminimalkan kontak langsung antara pupuk dengan kulit petani.

Ide pembuatan PATEN muncul dari kondisi masyarakat Desa Gambasan, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung, yang sebagian besar memiliki aktivitas di sektor pertanian. Proses pemupukan yang dilakukan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga diperlukan alternatif sederhana yang dapat membantu meringankan aktivitas tersebut.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga memanfaatkan bahan yang sederhana dan terjangkau. Pipa PVC yang selama ini umum digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun konstruksi dimanfaatkan menjadi alat pertanian yang memiliki fungsi praktis.

Pengenalan inovasi PATEN kemudian dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan dan penggunaan alat pada Senin (27/7/2026) di Balai Kantor Desa Gambasan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Gambasan, pemerintah desa, kelompok tani, serta masyarakat umum Desa Gambasan.

Kegiatan diawali dengan pengenalan alat PATEN, termasuk penjelasan mengenai keunggulan dan manfaatnya dalam membantu aktivitas pemupukan. Setelah itu, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan alat tebar pupuk sederhana yang diperagakan oleh dua perwakilan mahasiswa KKN, yakni Prastian dan Afdan.

Dalam demonstrasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan tahapan pembuatan PATEN menggunakan pipa PVC sebagai bahan utama. Selain melihat proses pembuatannya, peserta juga diajak memahami cara penggunaan alat agar dapat diaplikasikan secara langsung dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta tampak aktif memperhatikan proses demonstrasi dan tertarik untuk mengenal lebih jauh cara kerja alat tersebut. Sejumlah peserta juga berkesempatan mencoba secara langsung penggunaan PATEN untuk merasakan kemudahan alat dalam membantu proses penebaran pupuk.

Dengan mekanisme yang sederhana, PATEN dirancang untuk membantu petani menebarkan pupuk tanpa perlu mengambil dan menggenggam pupuk secara langsung menggunakan tangan. Penggunaan alat ini diharapkan dapat membuat proses pemupukan menjadi lebih praktis sekaligus membantu menghemat waktu dan tenaga.

Kepala Desa Gambasan, Wahyu Cinto Gumono, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang diberikan mahasiswa KKN. Ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Gambasan.

Lebih lanjut, Cinto juga berharap inovasi PATEN tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.

"Saya berharap kehadiran inovasi sederhana ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin tertarik terjun ke sektor pertanian sehingga regenerasi petani muda di Desa Gambasan dapat terus meningkat," tutur Cinto untuk menutup sambutannya.

Inovasi PATEN menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Untidar dalam melihat permasalahan di lingkungan sekitar dan mengubahnya menjadi peluang untuk menghadirkan solusi. Meski dibuat dengan konsep sederhana, alat ini menunjukkan bahwa inovasi di bidang pertanian tidak selalu harus menggunakan teknologi yang rumit dan mahal.

Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN Untidar secara simbolis menyerahkan alat tebar pupuk PATEN kepada Pemerintah Desa Gambasan. Penyerahan tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa sekaligus upaya agar inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah program KKN berakhir.

Foto bersama mahasiswa KKN Universitas Tidar dengan peserta sosialisasi (27/07/2026).

(Tim Dokumentasi KKN 01 Universitas Tidar)

Penyerahan alat tebar pupuk PATEN dari tim KKN 01 Universitas Tidar kepada Pemerintah Desa Gambasan (27/07/2026).

(Tim Dokumentasi KKN 01 Universitas Tidar)