Hidupkan Kenangan Lewat Magelang Tempo Doeloe 2026
HOTSPOT
Frisca Nur Febrista
6/15/20262 min read


Beberapa Koran Gaya Jadoel dalam Gelaran Magelang Tempoe Doeloe 2026
Foto: Najwa Salsabila Saharani/Ilkom Untidar
Magelang, Youthverse - Suara musik tradisional yang mengalun dari panggung utama, aroma jajanan jadul yang menggoda dari deretan stan kuliner, serta kerlap-kerlip lampu yang menghiasi Alun-alun Kota Magelang menciptakan suasana yang berbeda. Selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, kawasan pusat kota tersebut disulap menjadi ruang nostalgia melalui gelaran Magelang Tempo Doeloe 2026.
Mengusung tema “Sang Legenda” event budaya yang telah menjadi agenda tahunan sejak 2006 ini kembali hadir sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini. Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, event ini juga menjadi ruang untuk mengenang sejarah, memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda, sekaligus menutup rangkaian perayaan hari jadi ke-1120 Kota Magelang.
Sejak memasuki area event, pengunjung langsung disambut oleh berbagai dekorasi bernuansa klasik yang menghiasi sudut-sudut lokasi. Deretan ornamen tempo dulu, kendaraan lawas dan berbagai barang-barang yang mengingatkan akan sejarah Magelang menjadi latar favorit bagi pengunjung untuk mengabadikan momen bersama keluarga maupun teman-teman.
Keramaian semakin terasa di area kuliner. Puluhan stan menawarkan berbagai makanan dan minuman tradisional yang kini mulai jarang ditemui. Mulai dari jajanan pasar seperti lupis, klepon, lekker, cenil, dawet ayu, minuman herbal, hingga makanan khas daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Aroma makanan yang menguar berpadu dengan riuh percakapan masyarakat menciptakan suasana hangat yang mengingatkan pada pasar rakyat di masa lampau.
Selain berburu kuliner, pengunjung juga dapat menikmati beragam pertunjukan seni budaya seperti tari tradisional, musik keroncong, hingga nonton bareng di tengah alun-alun menjadi hiburan yang dinikmati oleh berbagai kalangan usia.
Salah satu stan pameran yang menyita perhatian pengunjung adalah pameran telepon seluler lawas yang dihadirkan oleh komunitas HP Toea Magelang. Beragam koleksi ponsel dari berbagai era dipamerkan dan menjadi sarana edukasi sekaligus nostalgia bagi masyarakat.
Anggota komunitas HP Toea Magelang, Samsudin, mengatakan bahwa komunitas tersebut masih aktif hingga saat ini dan rutin mengadakan kegiatan bersama.
“Kami berasal dari komunitas HP Toea yang sampai sekarang masih akrab dan sering mengadakan kopdar. Kalau ada event-event seperti ini, kami biasanya ikut meramaikan dengan pameran. Kemarin juga sempat mengadakan pameran khusus HP di Lokabudaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa komunitasnya memiliki koleksi ponsel yang cukup banyak. Bahkan, koleksi pribadi yang dimilikinya mencapai hampir 500 unit.
“Yang kami tampilkan di sini sekitar 200 unit, belum semuanya. Koleksi yang kami kumpulkan mencakup berbagai jenis HP sampai sekitar tahun 2014,” tambahnya.
Tidak hanya menarik bagi para pecinta barang lawas, event ini juga mendapat respons positif dari para pengunjung. Salah satunya Nabila, yang mengaku terkesan dengan banyaknya koleksi bersejarah yang ditampilkan selama acara berlangsung.
“Menarik banget karena banyak barang-barang zaman dulu dan banyak juga informasi tentang sejarah Magelang. Ada mobil-mobil klasik juga, terus jajanan jadulnya lengkap. Waktu pertama masuk ramai banget karena kebetulan malam Minggu, jadi banyak yang datang,” katanya.
Menurutnya, Magelang Tempo Doeloe menjadi alternatif hiburan yang edukatif bagi masyarakat sekaligus sarana untuk mengenal kembali sejarah daerahnya.
“Ini bisa jadi ajang hiburan warga Magelang juga. Semoga kedepannya acara seperti ini terus diadakan karena sangat menarik,” lanjutnya.


Ketan Lopis menghadirkan cita rasa tradisional yang menghidupkan kembali kenangan kuliner khas masa lampau.
Foto: Frisca Nur Febrista/Ilkom Untidar
