Get Ready With Movement Dorong Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini Lewat Aksi Biopori

HOTSPOT

Nailah Sekar Abhinaya W

6/17/20262 min read

Sebagai bentuk evaluasi pembelajaran, siswa juga diminta menyusun mind mapping yang berisi pemahaman mereka mengenai materi yang telah diterima. Kegiatan ini menjadi cara kreatif untuk mengukur sejauh mana peserta memahami pentingnya menjaga air tanah sekaligus menghubungkan teori dengan praktik yang telah dilakukan.

Melalui program CSR ini, para siswa tidak hanya belajar mengenai konservasi lingkungan di dalam kelas, tetapi juga diajak menjadi bagian dari solusi. Langkah kecil seperti membuat biopori menjadi pengingat bahwa menjaga keberlanjutan air dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan bersama.

Sejalan dengan pesan yang diusung program ini, "Langkah kecil hari ini, resapan besar untuk masa depan air yang lestari," GRWM diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan dan kesadaran lingkungan sejak dini, sehingga generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di masa mendatang.

Siswa SDN Kedungsari 4 menyusun mind mapping berisi materi kegiatan (11/06/2026)

(Foto: Diah Ayu Marsellia/GRWM.Biopori)

Siswa SDN Kedungsari 4 melakukan praktik pembuatan lubang biopori (11/06/2026)

(Foto: Diah Ayu Marsellia/GRWM.Biopori)

YOUTHVERSE, Magelang - Air bersih sering kali dianggap sebagai sesuatu yang selalu tersedia. Padahal, keberadaannya sangat bergantung pada kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air hujan. Di tengah meningkatnya pembangunan dan perubahan tata guna lahan, fungsi tanah sebagai daerah resapan semakin berkurang. Akibatnya, berbagai persoalan lingkungan seperti berkurangnya cadangan air tanah, kekeringan saat musim kemarau, hingga genangan air ketika musim hujan menjadi tantangan yang semakin nyata.

Berangkat dari kondisi tersebut, program “Get Ready With Movement (GRWM): Aksi Biopori untuk Air Lestari” hadir sebagai upaya edukasi lingkungan yang menyasar generasi muda. Program yang bekerja sama dengan PDAM Kota Magelang ini mengajak siswa SDN Kedungsari 4 untuk mengenal pentingnya konservasi air tanah melalui pembelajaran interaktif sekaligus praktik langsung di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga ketersediaan air bersih, tetapi juga mengajak peserta untuk terlibat dalam aksi nyata. Melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, siswa diperkenalkan dengan konsep biopori sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan daya resap tanah terhadap air hujan.

Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), PDAM Kota Magelang turut mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan berbasis edukasi tersebut. Program ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan sekaligus memperkenalkan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak usia dini untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Dalam sambutannya, perwakilan PDAM Kota Magelang menekankan bahwa menjaga daerah resapan air merupakan investasi penting bagi ketersediaan air bersih di masa depan. Menurutnya, pemanfaatan air perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga keberlanjutannya melalui tindakan-tindakan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar, termasuk di sekolah.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa biopori merupakan teknologi sederhana yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungan. Selain membantu mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah, lubang biopori juga dapat mengurangi risiko genangan, meningkatkan kualitas tanah, serta mendukung pengelolaan sampah organik apabila dimanfaatkan secara optimal.

Rangkaian kegiatan Get Ready With Movement berlangsung selama dua hari di tanggal 10-11 Juni 2026. Hari pertama diisi dengan sesi edukasi mengenai pentingnya konservasi air tanah dan pengenalan biopori yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup. Suasana berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendorong siswa untuk lebih memahami hubungan antara lingkungan yang sehat dan ketersediaan air bersih.

Memasuki hari kedua, para peserta diajak untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh melalui praktik pembuatan lubang biopori dan penanaman tumbuhan di area sekolah. Aktivitas ini menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk melihat bagaimana langkah sederhana dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.