Binari Project Jadi Wadah Edukasi Self-Care di Bulan Mental Health Awareness

HOTSPOT

Nailah Sekar Abhinaya W

6/3/20263 min read

Perwakilan peserta mencoba treatment facial dari Larissa Magelang (31/05/2026)

Foto: Isma Nur Baeti/Binari Project

MAGELANG, Youthverse - Di tengah derasnya tuntutan untuk selalu terlihat “baik-baik saja,” perempuan muda kerap berada dalam situasi yang membuat mereka minim ruang untuk benar-benar memahami diri sendiri. Tekanan sosial, standar kecantikan, hingga ekspektasi untuk selalu produktif membuat isu kesehatan mental sering kali berada di posisi yang terabaikan. Berangkat dari realitas tersebut, Binari Project hadir sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada edukasi kesehatan mental dan pentingnya self-care bagi perempuan muda.

Binari Project merupakan inisiatif mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar yang berkolaborasi dengan Larissa Aesthetic dan Museum BPK RI Magelang. Mengambil momentum Mental Health Awareness Month pada bulan Mei, program ini dirancang sebagai ruang edukatif sekaligus reflektif yang mendorong perempuan muda untuk lebih mengenali diri, menerima kondisi diri, dan merawat kesejahteraan diri secara menyeluruh, baik secara mental maupun fisik.

Binari Project tidak sekadar menjalankan program CSR, namun juga memaknai ulang konsep “cantik dan sehat” di era modern. Menurut Ketua Pelaksana Binari Project, Septiana Lavianti, kecantikan tidak lagi dipahami hanya dari aspek fisik, tetapi juga dari kualitas kesehatan mental, rasa percaya diri, serta kemampuan seseorang untuk berdamai dengan dirinya sendiri.

Namun, dalam praktiknya, upaya mencapai keseimbangan tersebut tidak selalu sederhana. Perempuan muda masih kerap dihadapkan pada tekanan sosial dan ekspektasi yang terus berkembang. Salah satu tantangan yang paling umum muncul adalah insecurity, yaitu kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Hal ini, sebagaimana disampaikan Ana, sapaan akrab Ketua Pelaksana, sering kali membuat seseorang sulit menghargai dirinya sendiri dan menghambat proses penerimaan diri secara utuh.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental menjadi salah satu titik temu kolaborasi antara Binari Project dan para mitra, termasuk Larissa Aesthetic. Sebagai Branch Manager Larissa Clinic Center Magelang, Ratih menyebut keterlibatan ini sebagai bagian dari komitmen mereka dalam memberikan edukasi kesehatan kulit kepada generasi muda, khususnya Gen Z. Namun, pendekatan yang diusung tidak hanya menyoroti aspek perawatan dari luar, tetapi juga keterkaitan erat antara kesehatan mental dan kondisi kulit.

Melalui tema “Look Good Feel Good,” Ratih menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih mencintai diri sendiri dan menyadari nilai dirinya. Menurutnya, rasa percaya diri berperan penting dalam membentuk pandangan positif terhadap diri. “Saat kita merasa baik dengan tubuh atau penampilan kita, kita akan lebih percaya diri, dan itu berdampak pada meningkatnya kreativitas serta produktivitas,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (31/05/2026).

Rangkaian kegiatan Binari Project berlangsung selama dua hari, yaitu pada 30–31 Mei 2026. Pada hari pertama, peserta diajak untuk mengikuti tur Museum BPK RI, dilanjutkan dengan sesi sosialisasi kesehatan mental bersama psikolog Ni Made Ratna Paramita, yang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai isu kesehatan mental, tetapi juga mengajak peserta melakukan refleksi diri melalui tulisan sederhana sebagai bentuk self-awareness. Acara kemudian ditutup dengan aktivitas kreatif berupa crafting bunga dari kawat bulu, yang menjadi medium ekspresi diri secara ringan dan menyenangkan.

Memasuki hari kedua, konsep self-care dieksplorasi melalui aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian perempuan muda, seperti pembuatan masker buah organik sebagai bentuk perawatan diri berbahan alami. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi skin check menggunakan magic mirror bersama Larissa Aesthetic Magelang. Salah seorang peserta, Riva, mengungkapkan bahwa sesi ini menjadi salah satu bagian yang paling ia sukai, karena membuatnya lebih sadar dan paham mengenai jenis serta kebutuhan perawatan kulit yang tepat untuk dirinya. Selain itu, tersedia pula photobooth gratis untuk mengabadikan momen kebersamaan peserta.

Di balik seluruh rangkaian kegiatannya, Binari Project mengajak perempuan muda untuk melihat diri mereka dengan lebih lembut, sebagai langkah awal untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Because at the end of the day, being ‘beautiful and healthy’ isn’t about meeting standards, it’s about feeling at home with yourself.

Peserta Binari Project mengikuti workshop pembuatan bunga dari kawat bulu (30/05/2026)

Foto: Isma Nur Baeti/Binari Project